BISNIS MODAL DENGKUL



Logikanya, bisnis pasti memerlukan modal uang, bukan modal dengkul. Jadi, mana mungkin memulai bisnis dengan modal dengkul? Mungkin saja. Ingin tahu rahasianya? Baca terus yang berikut.

MODAL DASAR

Ternyata memulai suatu bisnis tidak harus selalu diawali dengan uang. Uang memang penting, tetapi ternyata bukan yang terpenting.
Ada tiga modal dasar yang harus kita miliki jika ingin memulai suatu usaha.
Keberanian. Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan terutama bukanlah uang, tetapi keberanian: keberanian berubah, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bertindak, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk sukses. Segunung ide dan segudang uang tak ada artinya tanpa keberanian. Henry Nestle, raja bisnis dalam industri makanan bayi dan makanan kering, memulai bisnisnya dari keberanian untuk berubah. Pada masa krisis ekonomi berkepanjangan, sulit bagi rakyat di negaranya untuk mencari makanan untuk bayi. Nestle yang pada saat itu adalah seorang ahli kimia, menggunakan keahliannya untuk menemukan solusi terbaik bagi makanan bayi yang mudah dibuat dan bergizi. Setelah berjuang untuk berusaha, akhirnya Henry berhasil menemukan ramuan yang paling tepat untuk makanan bayi. Temuannya ini kemudian dikembangkan menjadi bisnis yang berhasil dan mendunia.
Keyakinan. Selain keberanian, kita juga perlu memiliki keyakinan sukses. Keyakinan ini hanya bisa kita dapatkan jika kita memiliki mimpi sukses yang jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita, semakin tinggi derajat keyakinan kita untuk sukses. Dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk mempersiapkan semua yang diperlukan ataupun dipersyaratkan bagi terwujudnya mimpi tersebut. Kenichi Ohmae, ”Management Guru” dari Jepang, melihat perlunya semua orang, terutama pelaku bisnis untuk memiliki gambaran kesuksesan mereka di masa depan dengan jelas, karena gambaran yang jelas ini dapat menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya secara proaktif. Keyakinan juga bisa ditumbuhkan dari persiapan yang cukup. Charles Schwab seorang investor yang merupakan pionir dalam mendirikan perusahaan pialang, dengan menuliskan semua yang ingin diraihnya secara rinci. Rincian mimpi sukses ini disusun kembali berdasarkan prioritas yang ingin dicapainya, dan rencana aksi untuk mencapainya. Strategi penyusunan prioritas dan rencana aksi ini, ternyata berhasil menumbuhkan keyakinan Schwab untuk sukses. Dengan strategi ini, Schwab berhasil membangun kerajaan bisnisnya di bidang investasi, sehingga menjadi perusahaan pialang terkemuka di dunia.
Ketekunan. Membangun sebuah bisnis memang tidak mudah. Upaya ini memerlukan perjuangan yang tekun sebelum sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak menyerah sebelum sukses itu dapat diraih. Mungkin saja ia harus mengalami banyak kegagalan, tetapi ia bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk mencoba lagi. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, dan pendiri perusahaan barang-barang elektronik terkemuka di dunia, General Electrics, juga berhasil berkat ketekunannya yang luar biasa. Dalam upaya menemukan bola lampu tersebut,
Edison harus mengalami banyak kegagalan. Jika orang lain berhenti berusaha ketika terantuk pada kegagalan yang pertama, kedua, ketiga ataupun keempat, tidak demikian dengan Edison. Ia puluhan kali harus mengalami kegagalan, sebelum akhirnya bola lampu berhasil ditemukannya. Ketekunannya ini membuahkan hasil yang tidak hanya bisa dinikmati oleh Thomas Alva Edison sendiri, melainkan juga oleh seluruh dunia. Ray ”McDonald” Kroc juga memiliki ketekunan yang luar biasa dalam membangun bisnis makanan cepat sajinya ini. Sebelum meraih keberhasilan, berbagai profesi pernah ditekuninya, dari supir truk sampai salesman, dari posisi terendah sampai tertinggi. Semua dijalaninya dengan tekun tanpa putus asa, walaupun berbagai penolakan, kegagalan harus dijalaninya. Hasilnya? Luar biasa. Ketekunan Ray Kroc telah mempersembahkan kerajaan bisnis makanan cepat saji yang telah menggurita di seluruh dunia.

MODAL DENGKUL
”Saya tidak punya uang untuk memulai usaha. Saya belum memiliki cukup modal untuk berbisnis.” Ini yang sering dijadikan alasan oleh banyak orang yang menunda memulai usaha sendiri. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai modal besar datang. Usaha bisa dimulai dengan modal ”dengkul”. Caranya?
Ide. Semua usaha berawal dari sebuah ide yang kemudian dijual. Jadi, asal kita sudah punya ide bisnis yang baik, walaupun belum punya modal, kita bisa menjual ide bisnis kita tersebut untuk kemudian dijadikan uang. Bill Gates, kaisar kerajaan Microsoft, juga memulai usahanya dengan modal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani bermimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingan IBM. Mimpi ini ia pupuk terus sehingga membuahkan keberanian untuk bertindak. Dengan keberanian ini, Bill Gates menjual ide briliannya yang menawarkan solusi bisnis di bidang teknologi informasi ke berbagai investor, sampai akhirnya ia mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya.
Kemitraan ala Restoran Padang. Jika kita punya keterampilan tapi tidak punya uang, mengapa kita tidak bermitra dengan orang yang punya uang, tetapi tidak mempunyai keberanian dan keterampilan yang kita miliki. Strategi bisnis dengan prinsip kerja sama win-win ini ternyata sudah lama diterapkan oleh para pelaku bisnis yang menekuni usaha restoran
Padang. Tim manajemen dan pemilik modal bermitra untuk menjalankan bisnis ini. Tim manajemen tidak digaji melainkan diberikan bagian keuntungan (sesuai dengan prosentasi yang disepakati bersama) yang diperoleh dari menjalankan bisnis restoran tersebut. Strategi kemitraan seperti ini tentunya bisa juga diterapkan di industri yang berbeda.
Bayar di Muka. Dasar dari sebuah bisnis adalah kepercayaan. Jika orang lain telah menaruh kepercayaan kepada kita, tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan bisnis dengan modal dengkul. Misalnya saja, jika kita mendapat pesanan untuk mengekspor barang ke luar negeri, tetapi kita tidak punya cukup uang untuk memproduksi barang yang akan diekspor tersebut, kita bisa mencoba untuk meminta pembeli untuk membayar di muka sebagian. Uang yang kita dapatkan ini bisa kita gunakan untuk memproduksi barang yang telah dipesan. Untuk mendapatkan uang muka tersebut, kita juga bisa mencoba mengajukan aplikasi kredit ekspor ke bagian Trade Services di Bank, dengan menunjukkan sales contract yang sudah ditandatangani untuk mengekspor sejumlah barang serta dokumen lain yang diperlukan. Dengan menunjukkan kepastian pembelian barang dari mitra di luar negeri, akan lebih mudah bagi kita untuk memperoleh fasilitas kredit dari bank. Cara ini banyak dilakukan oleh pelaku bisnis yang mengekspor barang ke luar negeri ataupun yang mengimpor barang dari luar negeri.
Perantara. Tidak ada modal bukan merupakan alasan bagi kita untuk tidak memulai usaha.
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulai bisnis dengan modal dengkul. Salah satunya adalah dengan bertindak sebagai perantara. Di sini kita bertindak seperti perantara antara produsen (pemilik barang) dan konsumen (pembeli barang). Kita bisa membantu orang yang memiliki barang untuk menjualkan barangnya kepada konsumen. Lalu kita bisa menjualkan barang tersebut di tempat usaha kita (dengan cara konsinyasi). Setelah barang terjual, kita bisa mendapatkan komisi dari hasil yang terjual. Uang yang berhasil kita kumpulkan, bisa kita gunakan untuk mengembangkan bisnis kita lebih lanjut. Cara ini digunakan oleh Charles Scwab dengan bisnis pialangnya yang menjadi perantara dalam penjualan saham dan surat-surat berharga lainnya.
Jual Keahlian. Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga di suatu bidang yang jarang dimiliki orang lain, kita bisa mencoba menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut untuk membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka. Jika kita memiliki pengalaman dan keahlian di bidang IT, kita bisa menawarkan pengalaman dan keahlian kita sebagai solusi bagi bisnis orang lain. Jika kita memiliki keahlian dalam bidang bahasa Inggris, kita bisa menawarkan jasa terjemahan dokumen, interpreting dalam seminar ataupun pertemuan bisnis, maupun pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku bisnis. Jika kita memiliki keahlian dalam musik, kita bisa menawarkan keahlian kita untuk menghibur orang lain di berbagai acara, ataupun melatih orang lain untuk memainkan alat musik yang bisa kita mainkan.
Para konsultan bisnis, konsultan pendidikan, artis, dan olahragawan profesional menggunakan strategi ini untuk meraih sukses.
Pada prinsipnya, jika kita sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, uang bukanlah modal utama. Yang perlu dimiliki adalah keberanian, keyakinan, dan ketekunan. Setelah itu, untuk memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai modal besar terkumpul. Kita bisa mendapatkan modal dari berbagai sumber, antara lain dengan menjual ide, menerapkan manajemen ala restoran
padang, memenangkan kepercayaan mitra bisnis sehingga mereka bersedia bayar di muka untuk jasa yang kita tawarkan, menjadi perantara ataupun menjual keahlian kita sebagai solusi bagi orang lain. Jadi, siapa bilang kita tidak bisa memulai usaha dengan ”modal dengkul”?n

Copyright © Sinar Harapan 2003




PEDAGANG YANG BAIK

Kemaren malam saya ngobrol dengan bapak mertua saya, beliau banyak bercerita mengenai hidup beliau. Dan beliau pada masa mudanya sampai anak2nya besar adalah pedagang yang ulet. Dari obrolan tersebut beliau mengemukakan bagaimana dianya membeli barang, menyimpan dan kemudian menjualnya.

Ada beberapa hal yang saya tangkap dari cara beliau berdagang :

1. Beliau menghindari hutang dalam arti bahwa dia menghindari dari persoalan yang nantinya membuat dia pusing dan disamping iyu dengan membeli secara kas harga yang dia dapat jauh lebih murah

2. Dalam bertransaksi dengan pembeli dia menghindari hal yang bersifat berbohong, karena menurut beliau pedagang adalah pekerjaan yang terpuji tapi hati-hati karena pedagang akan mudah sekali tergelicir kedalam kebohongan, contoh barang yang akan dijual adalah kwalitas nomor dua tapi pedagang akan menyampaikan ke pembeli "Barang ini bagus pak!" hal ini akan merusak ijab kabul kita.
Jadi kalau bertransaksi harus apa adanya dan jangan takut barang itu tidak laku dan pada dasarnya kita dapat meneladani cara berdagangnya nabi kita.

3. Jangan lupa mengeluarkan zakat, dan yang beliau selalu mengeluarkan zakatnya sampai kebarang modal sekalipun. Dari pengalaman belaiu hal itu akan selalu diganti oleh Allah dengan berlipat-lipat terutama di bulan Ramadhan.

4. Hindari hal-hal yang bersifat membuang waktu, beliau menceritakan bahwa pernah suatu masa beliau asyik dengan permainan poker (walaupun tidak bertaruh) dan hal itu membuat usahanya turun drastis.

5. Bersifat sederhana, dalam kehidupan beliau selalu hidup sederhana walaupun usaha sedang maju sifatnya tetap sederhana.

Masih banyak yang beliau sampaikan tapi hal-hal diatas sudah membuktikan bahwa beliau bisa hidup bersahaja.

MENGOLAH IDE

Mungkin tidak semua orang mampu menelurkan sebuah ide yang sumbernya berasal dari sebuah obrolan. Dan hal itu terjadi jumat kemaren, dimana saya dan teman saya sephy sedang chating dengan yahoo massanger. Dari obrolan kian kemari timbul sebuah ide untuk memulai sebuah usaha baru yang dulunya sempat eksis.
Dari ide tersebut saya disksusikan lagi bersama istri yang merupakan orang terdekat dari usaha tersebut, dan dia menyokong. Tapi dari diskusi tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan yang membuat ide tersebut mengalami stag dalam arti timbul ketakutan apakah usaha ini dapat berkembang.
Semangat memang ada tapi kemampuan kita untuk mengolah ide menjadi kenyataan perlu tambahan energi yang itu menurut hemat saya memerlukan perjuangan yang pantang mundur dan selalu berusaha untu menyempurnakan semua tindakan.
Hari senin ini adalh janji saya untuk menyampaikan hasil dari obrolan saya dengan orang-orang yang nantinya inti dari usaha ini.
Dengan tulisan ini saya berharap ada tambahan pandangan, saran, petunjuk sehingga apa yang awalnya ide dengan teman saya dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

KOMUNIKASI

Komunikasi memang kata yang menurut saya dapat diibaratkan sebuah magic! Kenapa? Sudah beberapa kali saya praktekkan dalam kehidupan perkawinan saya yang sudah memasuki masa tahun kedelapan.
Awal perkawinan saya sebetulnya harus sudah dewasa dalam hal komunikasi karena masa pacaran yang kami lampau boleh dibilang lama yaitu 6 th, tapi menginjak awal perkawinan istri saya sering mengeluh karena tidak memahami sifat saya yang kadang uring2an tampa sebab.
Masa berganti dan kedewasaan mulai membuat saya terus belajar dalam bersikap dan salah satunya adalah mencoba membicarakan hal-hal yang membuat pertengkaran dan kemudian didiskusikan terakhir diambil beberapa keputusan yang kedua belah pihak harus mengikuti.
Secara sederhana sebetulnya dapat dilihat bahwa dalam kegiatan apapun terutama yang bersifat berkumpulnya dua orang atau beberapa orang memerlukan komunikasi untuk menjembatani perbedaan karena berbedanya sudut pandang dan keegoan individu.
Sebagai contoh beberapa hari lalu saya membicarakan keinginan kami untuk membuka usaha dan ternyata tampa saya duga istri saya yang sebelumnya menurut saya sangat antusias untuk berusaha mempunyai perasaan yang intinya dia sangat terbebani dari ide dan usulan saya yang selalu merecoki dia, tapi setelah berbicara kesana kesini akhirnya saya dapat memahami bahwa ada kesalahpahaman antara saya dan istri.
Kalau saja saya tidak membicarakan hal tersebut mungkin istri saya akan merasa terbebani terus. Dan itualah manfaatnya berkomunikasi sehingga apa yang menjadi halangan dapat terpecahkan.
Mohon maaf buat istriku tercinta.

Software Hotel Untuk Hotel Budget

Perkembangan hotel di Indonesia sangat pesat, hal ini beriring dengan makin meningkatnya keinginan orang untuk melakukan perjalanan, baik ...

Terpopuler