Kebaikan Menghindarkan Keburukan




Dari : KisahIslam.com

Ada seorang wanita salihah, suka berbuat baik, bersedekah, ahli wara', sering mencari-cari orang miskin untuk mengetahui keadaan mereka, lisannya digunakan untuk berzikir, sangat takut dengan neraka, dan gemetar jika disebutkan neraka. Wanita tersebut banyak berdoa kepada Allah untuk diselamatkan dari siksa-Nya dan dimasukkan ke dalam surga, tidak pernah berhenti melakukan kebaikan, baik besar maupun kecil.
Tiba-tiba ia merasakan nyeri yang sangat di bagian pahanya. Ia bersabar dengan penyakit ini dan berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan.
Akan tetapi, nyerinya semakin terasa. Ia sudah memeriksakannya ke beberapa rumah sakit, tetapi tidak kunjung sembuh. Bahkan, sakitnya makin parah sehingga ia bersama suaminya pergi ke London untuk berobat. Setiba di rumah sakit London. Setelah sejumlah dokter memeriksanya mereka memutuskan bahwa wanita ini terserang kanker dan kakinya harus segera diamputasi dari bagian atas paha agar tidak menjalar ke anggota tubuh lain.

Dalam ruang operasi, wanita salihah tadi menyerahkan diri pada qadha dan qadar Allah Ta'ala. Sementara lisannya tidak pernah berhenti dari berzikir dan berdoa. Sejumlah dokter pun memulai tugasnya dengan meletakkan pisau bedah ke dalam sebuah gunting. Suasana kamar bedah sengaja diciptakan tenang dan hening. Namun, belum sempat gunting tersebut bergerak, tiba-tiba pisaunya patah. Seluruh dokter terkejut melihat apa yang terjadi. Dokter mengulang memasang pisau yang baru ke gunting lagi, tapi kejadian yang pertama terulang. Dokter mengulang memasang pisau yang baru ke gunting untuk yang ketiga kalinya. Pisau tersebut patah lagi. Rasa ketakutan pun menghinggapi semua dokter yang ada di ruang itu. Lalu mereka bermusyawarah untuk mengoperasi pahanya saja.
Alangkah terkejutnya mereka, belum lagi pisau bedah itu membelah paha perempuan lebih dalam, tiba-tiba mereka menemukan kapas yang menjijikkan. Setelah dilakukan operasi kecil, para dokter membersihkan dan mengompres luka tersebut. Sebentar kemudian, wanita saIihah ini siuman dengan sudah tidak merasakan sakit sedikit pun.
Wanita tersebut memperhatikan kakinya, dia heran karena tidak diamputasi. Lalu melihat suaminya sedang bercakap-cakap dengan para dokter yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
Akhirnya para dokter bertanya kepada suami wanita tersebut, ''Apakah sebelumnya istrimu pernah mengalami kecelakaan, kemudian dioperasi pada pahanya?"
Suaminya menjawab, "Ya. Dia mengalami kecelakaan yang sangat parah dan harus dioperasi."
Para dokter berkomentar, "Benar-benar istrimu memperoleh perlindungan Ilahi!"
Alangkah bahagianya perempuan saIihah tadi yang mengakui keagungan Allah, Dzat Yang telah memberikan kepadanya kesehatan setelah ada keputusan kakinya akan diamputasi.

Allah telah menyelamatkan wanita tersebut, maka kemudian ia membaca tahmid dan banyak memuji Allah yang telah menampakkan kasih sayang-Nya.
Orang yang terbiasa mengingat Allah pada waktu bahagia dan senangnya, niscaya Allah akan mengingatnya pada waktu ia merasakan susah. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan jalan keluar, menghindarkannya dari musibah, dan melindunginya dengan inayah-Nya. Dikarenakan wanita mulia tadi rajin beribadah kepada Allah, menginfakkan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan, dan menyayangi orang miskin, maka Allah memberikan naungan dan memuliakannya. Orang yang saling mengasihi sesama, niscaya akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.






Software Hotel Untuk Hotel Budget

Perkembangan hotel di Indonesia sangat pesat, hal ini beriring dengan makin meningkatnya keinginan orang untuk melakukan perjalanan, baik ...

Terpopuler