Aliran Sesat


Akhir2 ini banyak sekali hal aneh ya kita dengar mengenai aliran yang merusak aqidah! Yang tidak saya mengerti adalah apa yang mereka mau capai sebetulnya, apakah betul ajaran mereka itu merupakan wahyu yang mereka terima untuk lebih baik menjalankan ibadah kepa Allah SWT? atau mereka merasa ajaran Nabi Muhammad SAW belum sempurna? Saya sebagai orang awam makin tidak mengerti ketika argumen yang dikeluarkan oleh orang2 yang menjadi pemimpin aliran tersebut tidak terlalu memahami apa yang sebetulnya mereka jalankan!

Tapi ada satu pemikiran yang timbul dibenak saya bahwa sebetulnya pemahaman islam oleh umat islam sendiri masih jauh dari sempurna sehingga apabila ada orang2 yang mempengaruhi mereka, mereka akan terpengaruh dengan mudah!
Jadi menurut saya kita sebagai umat islam mempunyai kewajiban untuk membentengi minimal keluarga kita dari hal tersebut diatas.
Semoga keluarga kita dilindungi oleh Allah SWT, amin ya ALLAH




Lia Eden Kembali ke Kerajaan Tuhan



Jakarta: Pimpinan Komunitas Kerajaan Tuhan, Lia Aminuddin alias Lia Eden dibebaskan dari rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (30/10) pagi. Lia enggan berkomentar soal kebebasannya. Dia pun urung membeberkan rencana ke depan ajaran yang dipimpinnya.


Tak hanya Lia, para pengikut Kerajaan Tuhan pun tutup mulut mengenai masa depan ajaran itu selepas kebebasan pemimpinnya. Kini, wanita yang mengaku sebagai jelmaan malaikat Jibril dan titisan Roh Kudus itu tengah kembali ke markas Kerajaan Tuhan di Jalan Mahoni, Jakarta Pusat.

Sekadar kilas balik, pada Desember dua tahun silam, Lia dan para pengikutnya dibawa paksa ke Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya dari markas Kerajaan Tuhan. Pasalnya, mantan pengusaha bunga kering ini dianggap mengajarkan ajaran sesat sehingga meresahkan masyarakat sekitar.

Akibat tuduhan ini, Lia harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena didakwa telah menodai agama. Akhir juni 2006, Lia divonis dua tahun penjara. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni lima tahun penjara. (REN/Don Vito/Liputan6.com)

Sumber : Swaramuslim.com

Kelompok Al-Qiyadah



Kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyah kini menuai badai. Setelah pengikutnya di beberapa daerah diberangus, kini giliran pimpinan tertinggi Al-Qiyadah yakni Ahmad Mushaddeq yang berurusan dengan polisi. Mushaddeq ditangkap polisi. Demikian dikonfirmasi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Polisi Adang Firman, Selasa (30/10).

Adang membeberkan Mushaddeq bersama enam pengikutnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Senin malam kemarin. Mushaddeq dan para penganut Al-Qiyadah hingga kini masih diperiksa intensif. Sedangkan enam pengikut lainnya masih bersembunyi dan masuk daftar pencarian orang.

Saat datang ke kantor polisi, Mushaddeq menyerahkan beberapa buku karangannya yang tersebar di kalangan internal Al-Qiyadah. Pria bernama asli Abdul Salam atau Abu Salam itu juga mengaku memiliki 41 ribu murid yang tersebar di sembilan kota di Indonesia. Sebanyak 60 persen adalah mahasiswa dan mayoritas berada di Jakarta yakni 8.972 murid.

Kepada polisi, Mushaddeq mengaku mendapat wahyu sebagai nabi sejak enam tahun lalu di Gunung Bundar, Bogor, Jawa Barat. Pria kelahiran 21 April 1944 yang pernah menjadi pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dari 1971 hingga 1992 ini tetap meyakini kebenaran ajarannya. Karena itu, polisi berencana memeriksakan Mushaddeq ke psikolog.(TOZ/Nina Bahri dan Doni Indradi/liputan6)

Sumber : Swaramuslim.com