Masa Pengembaraanku di Dunia Telah Berakhir


"Adalah kamu didunia ini seakan pengembara atau seorang yang lewat jalan"
{ Hadist Rosul yang diriwayatkan Abdullah bin Umar }

MASA PENGEMBARAANKU DI DUNIA TELAH BERAKHIR
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya.....siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.
Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......terus berjalan..... kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit...... rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ! ada apa dengan diriku.....

Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...
kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit
Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti.
Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari pandangan.
Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.
Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...

Siapa dia.............????????
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.... dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...????????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku...

Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak......
Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.
Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.
Dalam Hadist Rosul yang diriwatyatkan Abdullah bin Umar diterangkan : "Jika kamu memasuki waktu sore, maka janganlah kamu menantikan datangnya waktu pagi. Dan jika kamu memasuki waktu pagi, maka janganlah kamu menantikan datangnya waktu sore. Dan gunakanlah waktu sehatmu untuk sakitmu, dan dari hidupmu untuk matimu"

Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.

Kiriman Email : Hartaty LEnny
didi

Tol = Tempat Orang jadi Lelet


Hari senin mesti semangat! begitu gumanku dalam hati, walaupun pada dasarnya sangat tak bersemangat. Dengan moto yang kupasang didepan aku berusaha berjalan menuju tempat bis yang akan mengantarku ke tempat kerja. Seperti biasa istri tersayangku mengantar dengan motor mionya, dan pas lewat jalan layang yang dibawahnya tol terlihat kemacetan yang membuatku langsung berguman " busyet macet". Ya sudahlah akhirnya dengan perasaan yang sudah campur aduk akhirnya sampai ketempat tujuan.

Seperti biasa setiap senin mobil akan penuh dan aku pasti tidak akan dapat tempat duduk. Dan itu benar-benar membuatku makin nggak bersemangat. Disepanjang jalan aku hanya berpikir sampai kapan ini akan kulalui dan aku tidak dapat membayangi setahun kedepan kondisi tol yang selalu kulalui ini mungkin tiak dapat bergerak. Jadi apa fungsi tol? Ah sudahlah nggak usah diperpanjang karena kalau diperpanjang akhirnya akan membuat ibadah puasa ini akan rusak karena nantinya kita menjelekkan orang2 yang mengurusi Jalan Tol dan akhirnya ngegosip dech!
Sekarang yang penting bagaimana kita lebih sabar dan menikmati perjalanan yang dilalu dengan macet kita anggap perjalanan wisata kota!
Paling itu saja!


Software Hotel Untuk Hotel Budget

Perkembangan hotel di Indonesia sangat pesat, hal ini beriring dengan makin meningkatnya keinginan orang untuk melakukan perjalanan, baik ...

Terpopuler