Proses-proses Taubat


Ada 3 syarat untuk Taubatan Nasuha (taubat total) :

1. MENGHAYATI SYARAT-SYARAT POKOK TAUBAT
1.1. Terhadap masa lalu : menyesali secara serius kesalahan masa lalu, harus ada perasaan bersalah, bahkan merasa jijik/ merasa kotor ketika mengingat masa lalu yang buruk
1.2. Terhadap masa kini : mencabut lepas secara total saat ini juga semua perbuatan buruk yang bertentangan dengan agama
1.3. Terhadap masa depan :
1.3.1 meniatkan dengan sungguh-sungguh (komitmen yang keras) untuk tidak kembali ke masa lalu yang buruk

1.3.2 memurnikan perbuatan : hanya minta yang halal, menolak yang haram, membayar hutang dosa masa lalu sebisanya, hutang dosa pada Allah mudah dilakukan sedang hutang dosa pada manusia harus dilakukan langsung (kalau tidak sanggup, mintalah tolong agar Allah yang membayarkannya, sungguh Allah Maha Penolong dan Maha Pengampun),

2. MENGHAYATI MAKNA DOSA
Memahami dengan baik perintah & larangan agama, halal & haram menurut syariat Islam, serta hal-hal yang tergolong sunnah, makruh dan mubah. Harus ada perubahan sikap kita dalam memandang kewajiban dan larang agama, sebagai contoh :
Kalau dulu, hanya merasa berdosa bila :
- Tidak melaksanakan kewajiban (misalnya tidak sholat, tidak puasa dll)
- Melaksanakan yang dilarang agama (misalnya mencuri, berzinah, dll)
Maka sekarang harus punya sikap yang lebih peka terhadap dosa, yaitu merasa ‘bersalah’ bila :
- Tidak melaksanakan hal-hal yang sunnah (misalnya sholat sunnah, bersedekah, dll)
- Melaksanakan hal-hal yang makruh atau berlebihan dalam hal mubah

3. MENGHAYATI SIKAP ISTIQOMAH DALAM TAUBAT
Yaitu memelihara kondisi taubat dengan konsisten, misalnya melalui :
1. Merubah pergaulan, mengganti teman yang berpengaruh buruk dengan teman-teman yang soleh
2. Merubah suasana rumah menjadi lebih Islami, menyingkirkan hal-hal yang berpotensi untuk mengundang dosa dari rumah kita, misal tontonan yang tak bermanfaat atau barang-barang haram
3. Secara reguler mengikuti pengajian dan membaca buku-buku mengenai Islam
4. Memperbanyak dzikir tentang taubat setiap harinya
5. Melatih diri dengan memperbanyak menjalankan hal-hal yang sunnah
6. Berdoa agar kita tidak kembali ke masa lalu atau berpaling ke ajaran yang sesat (ya Allah janganlah engkau sesatkan aku sesudah engkau beri jalan yang lurus)

Proses taubat selalu melewati proses ujian untuk mencapai loncatan level taubat yang setinggi mungkin. Ada yang hanya melompat (dari lembah dosa) setinggi seorang ahli dzikir, ada yang setinggi ahli dakwah, ada pula yang setinggi seorang ulama. Ada pula yang gagal melompat hingga kembali ke lembah yang sama, ini biasanya terjadi karena kesombongan yang masih sulit ia tinggalkan. Kesombongan (ego dan sejenisnya) akan menjelma menjadi buaian-buaian yang berpotensi memperindah masa lalu yang buruk, karena itu ia harus dilepas dulu secara total.

Orang yang bertaubat secara total (taubatan nasuha) akan dihapuskan dosanya secara total pula. Selain itu ada hadiah yang akan diterimanya di dunia, seperti pernah disabdakan Rasulullah SAW, yaitu bahwa Allah akan mengkaruniakan 4 hal dibawah ini (atau yang setara dengannya) bagi orang yang bertaubat secara total :
1. Terhindar dari ‘kekeringan’
2. Diberi ‘harta’
3. Diberi ‘anak’
4. Diberi ‘sungai’

Taubat bukan saja konsumsi bagi orang yang berlumuran dosa, bahkan Rasulullah SAW selalu mengulang-ngulang dzikir taubatnya minimal sebanyak 70 kali sehari. Setiap manusia ada berjuta kemungkinan untuk berbuat dosa setiap detiknya, entah dia ulama atau orang biasa, entah itu dosa ketika tergiur melihat lawan jenis yang tidak senonoh pakaiannya, atau dosa karena tidak sabar, atau dosa karena merasa berjasa, dll.

(M. Taufiqurahman S.)

Sumber : http://www.kebunhikmah.com





Software Hotel Untuk Hotel Budget

Perkembangan hotel di Indonesia sangat pesat, hal ini beriring dengan makin meningkatnya keinginan orang untuk melakukan perjalanan, baik ...

Terpopuler